Press ESC to close

Ngaji Adabu Sulukil Murid: Motivasi Sebagai Permulaan Jalan Menuju Tuhan

Pastinya banyak diantara kita yang menginginkan dekat dengan Tuhan, tetapi banyak dari kita yang tidak paham dan tidak mengetahui bagaimana cara dan langkah awal untuk mendekati-Nya. Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad membeberkan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt. adalah motivasi yang kuat (bāits qawwi) untuk bangkit beribadah kepada Allah Swt. dan memalingkan diri kesenangan hawa nafsu yang berpotensi menjauhkan dari Allah Swt.

Motivasi ini adalah bagian penting yang tidak semua orang memahaminya. Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menjelaskan bahwa motivasi untuk beribadah kepada Allah Swt. merupakan anugerah yang telah Allah berikan kepada orang-orang pilihan yang harus selalu dijaga. Adakalanya motivasi ini disebabkan karena cinta, rindu, melihat orang-orang yang baik dan alim, serta merenungi ucapan para pemuka agama. Tapi adakalanya, motivasi beribadah kepada Allah Swt. terjadi tanpa sebab apapun.

Ini sama halnya seperti kita ketika ingin memiliki sesuatu tertentu, misal saja seperti keinginan kuliah di luar negeri. Adakalanya keinginan ini karena ada motivasi yang mempengaruhinya. Misal saja seperti motivasi karena melihat kakak kelas kuliah di luar negeri, atau karena ingin merasakan musim salju, atau hanya sekedar fomo semata. Seperti inilah gambaran mudah dari motivasi.

Oleh karena itu, ketika kita diberikan kesempatan untuk hidup di dunia, maka jangan sampai tidak memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu, khususnya motivasi beribadah kepada Allah Swt. Bahkan Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menegaskan “وَالانتظار وَالأَرْتِقَابُ بِدُونِ التَّعَرْضِ وَلُزُوْمِ البَابِ حُمْقُ وَغَبَاوَةٌ”, seseorang yang dia hanya menunggu tanpa ada motivasi dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah orang yang tidak berguna dan bodoh.

Apa yang disampaikan oleh Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad diatas tidaklah salah, sebab Rasullullah Saw. juga menuntut kita untuk memiliki motivasi dan usaha, karena ini adalah anugerah yang telah Allah berikan. Ia bersabda:

إِنَّ لِرَبِّكُمْ فِي أَيَّامٍ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتِ أَلَا فَتَعَرَّضُوا لَهَا

Artinya: “Sesungguhnya untuk hari-hari dari usiamu terdapat hembusan anugrah Tuhanmu, maka sambutlah ia”

          Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa tidak semua orang dianugerahi Allah memiliki motivasi untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, bagi seseorang yang diberikan kesempatan hidup kendaknya mengetahui bahwa motivasi yang kuat (bāits qawwi)) adalah sesuatu yang sangat berharga. Tidak hanya itu, motivasi yang kuat (bāits qawwi) adalah nikmat besar dari Allah Swt. yang tidak terhitung harganya.

Mengapa demikian? Jawabanya tetap sama, karena tidak semua orang diberi anugerah motivasi beribadah kepada Allah Swt. Berapa banyak seorang yang hidup di usia lebih dari 70 tahun, tetapi ia belum menemukan bahkan merasakan motivasi yang nikmat ini. Oleh karena itu, kita sebagai hamba sudah sepantasnya menumbuhkan motivasi sebagai permulaan jalan menuju Tuhan.

Mohammad Fauzan Ni'ami

Akrab dipanggil Amik. Seorang santri abadi pegiat hukum keluarga, gender, dan disabilitas.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Redupnya Minat Nyantri: Refleksi Atas Daya Tarik Pendidikan Pesantren
Formalitas Makna Halalbihalal dalam Timbangan Ushul Fikih
Antara Tap dan Sentuhan: Refleksi Teknologi Digital dan Kerapuhan Moralitas Manusia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.