Press ESC to close

Saat Imam Syafi’i Cerita Kucing yang Diperebutkan dan Buat Geger Masyarakat

Kisah ini diriwayatkan oleh al-Hakim Abi ‘Abdillah dalam Kitab Manaqib al-Syafi’i, lalu dikutip oleh ad-Damiri dalam Kitab Hayatu al-Hayawan al-Kubra. Dalam dua kitab tersebut, ada kisah menarik tatkala seorang pembesar madzhab Syafi’i pernah bercerita perihal seekor kucing yang berhasil membuat geger banyak masyarakat, termasuk pula beliau sendiri.

Suatu hari, ada dua orang laki-laki yang sedang bertengkar gegara berebut seekor kucing dengan alasan sama-sama punya anak dari si kucing tersebut. Tak lama kemudian, datanglah seorang hakim memediatori mereka berdua. Barang siapa yang rumahnya dimasuki kucing itu, maka kucing itu miliknya.

Masyarakat pun geger, dan beliau sang Imam juga ikut-ikut geger. Na’asnya, setelah si kucing dikirim di antara rumah kedua belah pihak, si kucing ternyata tidak masuk di rumah dua-duanya. Imam Syafi lalu berkata, “Maka batallah putusan si hakim”.

Entah kenapa cerita ini –bagi saya- lucu sekali, karena dalam kitab tersebut ada redaksi ‘فَانْجَفَلَ النَّاسُ، وَانْجفلتُ معهم’, yang jika diartikan: “orang-orang pun geger (terkejut), dan akupun ikut terkejut bersama mereka.

Saya tidak menyangka kalau pribadi seluar biasa Imam Syafi’i, pernah ikut terkejut sebagaimana masyarakat lain juga terkejut hanya gara-gara seekor kucing yang diperebutkan. Selain sangat faqih dalam ilmu syariat, beliau juga senang bergurau. Wallahu a’lam. []

Referensi:

Ad-Damiri.808 H. Hayatu al-Hayawan al-Kubra Juz 4. hal. 159. Dar al-Syaa’ir.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Mengenang 96 Tahun KH M Mashum Ali WafatPendiri Pesantren Seblak, Penggerak NU dan Tasrifan Jombangan
Ngaji Adabu Sulukil Murid: Mengakui Kesalahan, dan Bertaubat kepada Tuhan.
Mengenal Mbah Bolong: Dari Panggung Dakwah, Pengasuh Pesantren hingga Mendirikan SMK Berprestasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.