Rangkaian Tasyakuran 100 Tahun Masehi berdirinya Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Nurul Qarnain ditutup dengan sebuah momen yang sederhana namun sarat makna. Di penghujung acara, KH Misbahussalam, pengurus LAZISNU PBNU, menyerahkan buku karyanya berjudul Berkarya di Bawah Panji Nahdlatul Ulama kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ahad (01/02/2026), di Auditorium KH Yazid Karimullah, P
Dalam rangkaian Tasyakuran 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama yang digelar di Auditorium KH Yazid Karimullah, Ponpes Nurul Qarnain, Jember, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan taujihat dan irsyadat yang menempatkan pesantren sebagai pusat pembentukan ulama dan santri sebagai penjaga amanah umat.
Halaqoh Santri Digital Jawa Timur (HSD Jatim) 2025 sukses digelar pada 12–13 Desember 2025 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital” ini diikuti oleh santri, pegiat media pesantren, akademisi, serta perwakilan lembaga pemerintah dan media.
Kisah pilu Virginia Giuffre dalam buku Nobody’s Girl: A Memoir of Surviving Abuse and Fighting for Justice mengguncang dunia. Ia menulis dengan keberanian tentang bagaimana tubuh dan jiwanya diperlakukan sebagai komoditas oleh orang-orang berkuasa—dari miliarder, bangsawan, sampai politisi.
Topik tentang seksualitas itu kalau muncul di obrolan, banyak orang otomatis langsung kikuk, salah tingkah, atau pura-pura sibuk sama HP buat menghindar. Di pesantren, kata “seksualitas” sering dianggap kayak Voldemort—the topic that must not be named. Padahal, semua manusia punya tubuh, punya rasa penasaran, dan butuh ilmu supaya tidak tersesat oleh “fakta-fakta ngawur dari Internet”.
Peringati 100 tahun berdirinya Madrasah Taswiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus, Tasywiqut Turots akan selenggarakan kegiatan bertajuk "Ngaji Turots Kitab Tuhfatul Ashfiya’”. Kitab klasik karya K.H. Abdul Jalil—salah satu masyayikh generasi awal di Madrasah TBS—yang akan dikaji pada acara tersebut merupakan kitab berbahasa Jawa Pegon.
Pesantren dan boarding school adalah dua bentuk lembaga pendidikan yang sering disandingkan, seolah berdiri pada dua kutub berbeda. Padahal keduanya lebih mirip dua cahaya yang menerangi ruang yang sama, hanya memancar dari arah yang berbeda. Pesantren memancarkan cahaya tradisi yang hangat; boarding school memancarkan cahaya modernitas yang terang.
Pondok Pesantren Nurul Qarnain kembali mencatat sejarah akademik dengan menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-5 Ma’had Aly dan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Nurul Qarnain pada Senin (10/11/2025) bertepatan dengan 19 Jumadil Awwal 1447 H. Bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah, acara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh 110 wisudawan.
Santri nggak cuma paham agama, tapi juga siap mental, fisik, dan sosial buat hadapi dunia yang penuh plot twist. Salah satunya lewat edukasi kesehatan reproduksi (kespro) yang sehat, santun, dan syar’i.
Ada sebuah kegelisahan besar yang sedang menjalar ke seluruh dunia pendidikan hari ini, sekolah semakin maju fasilitasnya, tetapi semakin miskin kebijaksanaannya. Generasi kian cerdas, tetapi kehilangan arah. Gelar bertambah, tetapi martabat menurun. Inilah saat di mana pesantren menjadi tempat istirahat terakhir bagi nilai-nilai yang modernitas tidak mampu pelihara: ketulusan, adab, dan ketenanga
Peradaban dunia menunggu santri untuk tampil, bukan sebagai pengikut arus, tapi sebagai penjaga keseimbangan, dengan menghadirkan teknologi yang berhati dan ilmu yang berjiwa.
Dua kasus yang belakangan menyita perhatian publik—tragedi mahasiswa neurodivergent di Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, dan kontroversi media yang menghina tradisi Pondok Pesantren Lirboyo dan KH Anwar Manshur—adalah cerminan nyata dari operasional Teori Subaltern dalam masyarakat.